9 Juni 2026

Gubernur Lampung: Santri Garda Moral dan Penjaga Peradaban Bangsa

Metropolis Rabu, 22 Oktober 2025    RIFKI MARFUZI

Bandarlampung, LE — Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan KORPRI, Rabu (22/10), menjadi momen penuh makna. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bertindak sebagai inspektur upacara dan menyampaikan pesan kuat: santri adalah garda moral dan penjaga peradaban bangsa.

Membacakan sambutan tertulis Menteri Agama RI Dr. Nasaruddin Umar, MA, Gubernur menegaskan bahwa Hari Santri adalah momentum penuh berkah dan kebanggaan untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui Resolusi Jihad 22 Oktober 1945.

Baca juga: Perbaikan Ruas Gunung Batin, Daya Murni Ditinjau Gubernur

“Hari Santri mengingatkan kita pada jasa para pahlawan dan ulama. Syukuri kemerdekaan ini dengan terus membawa kemaslahatan bagi bangsa,” ujar Gubernur Rahmat.

Gubernur juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya 67 santri di Pondok Pesantren Al-Khonizy, Sidoarjo, serta mengapresiasi langkah cepat Kementerian Agama dalam penanganan musibah tersebut.

Tahun ini menjadi satu dekade peringatan Hari Santri sejak ditetapkan pada 2015. Menurut Rahmat, pesantren kini berperan penting dalam mencetak generasi yang cerdas, spiritual, dan bermoral tinggi, bahkan banyak santri yang telah berkiprah di tingkat internasional.

Baca juga: Satlantas Polres Way Kanan Himbau Pengendara Berhati Hati Melintasi Jemba...

Mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, Gubernur mengajak para santri menjadi agen perubahan yang membawa nilai Islam Rahmatan lil Alamin untuk mewujudkan dunia yang damai dan berkeadaban.

Ia menegaskan dukungan negara terhadap pesantren melalui regulasi, dana abadi, hingga program nasional seperti Makan Bergizi Gratis dan pemeriksaan kesehatan bagi santri. “Negara berhutang budi pada pesantren. Santri telah menjadi benteng moral bangsa,” tegasnya.

Di akhir amanat, Gubernur berpesan agar santri tetap berilmu, berakhlak, dan adaptif terhadap zaman. “Bawalah semangat pesantren ke ruang publik, dunia kerja, dan ranah global. Santri harus menjadi bagian dari solusi, bukan penonton,” ujarnya.

Baca juga: Warga Bandarlampung Dinyatakan Covid-19

Sebagai bentuk kepedulian, Gubernur menyerahkan sejumlah bantuan dan penghargaan, antara lain, Kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk 100 pengurus pondok pesantren, Santunan jaminan kematian bagi dua ahli waris santri dan Penghargaan juara Musabaqah Qira’atul Kutub Internasional.

Kemudian, SK Izin Operasional untuk dua pondok pesantren baru dan Bibit pohon dan penghargaan wakaf terbaik untuk KUA Kecamatan Blambangan. Upacara diikuti oleh ASN Pemprov dan Kemenag Lampung, pelajar MAN/MTsN, puluhan pondok pesantren, serta organisasi keagamaan seperti GP Ansor, Banser, IPNU/IPPNU, dan Fatayat NU.  (rls/red)

               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com