Rabu(n)senja Hadirkan Andra Matin dan Umar Ahmad

Politik Kamis, 28 Märet 2024    Admin

BINTARO, LE - Diskusi publik bertajuk Rabu(n)senja menghadirkan arsitek terkemuka Andra Matin dan mantan Bupati Tubaba, Umar Ahmad di Kopimanyar, Bintaro, Jakarta, Rabu (27/3/2024).

Umar hadir memaparkan soal penataan kawasan Uluan Nughik yang dikreasikan menjadi Kota Budaya dengan konsep yang brilian.

Baca juga: Desa Cintamulya Jadi Prototipe Smart Village Program Lampung Berjaya

Andra Matin dikenal sebagai arsitek dengan pendekatan tropis yang resik, modern dan berkesinambungan. Nilai-nilai lingkungan sangat kental dalam rancangan-rancangan arsitek lulusan Universitas Parahiyangan, Bandung.

Umar menerangkan Andra Matin memberi pengaruh besar untuk terealisasinya konsep dan nilai di Uluan Nughik. Kota yang dibangun Umar di kawasan Karta, Tubaba.

Kolaborasi Umar dan Andra Matin saat ini diakui menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian tidak hanya di tingkat nasional, bahkan internasional.

Baca juga: Perempuan Harus Berani Menantang Kehidupan

"Tubaba itu awalnya kawasan yang "bukan-bukan". Tidak sejengkalpun jalan nasional ada di Tubaba awalnya," urai Umar.

Umar sendiri memiliki latar belakang insinyur dan sarjana pertanian dari Universitas Lampung.

Karena kondisi itu, Umar memutar otak dan ide supaya kawasan yang dipimpinnya selama delapan tahun itu bisa punya nilai. 

Baca juga: Basur Dorong Percepatan Kebon Raya ITERA

"Apalagi Tubaba tidak punya APBD yang besar kalau dibandingkan dengan daerah-daerah lain," kata Umar.

Saat ini, Uluan Nughik memiliki Kampus Politeknik Tunas Garuda milik Yayasan Pendidikan Sugar Group Companies, Sekolah Seni Tubaba, festival tahunan kelas internasional dengan bangunan-bangunan berciri arsitektur yang apik.

Rabu(n)senja adalah diskusi publik tentang arsitektur yang rutin digelar di Kopimanyar bersama pembicara-pembicara yang terbaik di bidangnya.

Baca juga: Generasi Milenial Wajib Ikut Introduction Gen DJ Darmajaya

"Tubaba itu daerah yang tidak punya apa apa, yang kita punya adalah kesadaran bahwa kita tidak punya apa-apa," kata Umar dalam diskusi itu.
 
"Kami mengundang semua untuk terlibat, karena kami mengundang dengan hati, maka orang juga hadir dengan hati," ungkapnya. (*/rilis)

               
Komentar Anda

PT GMI / PT GJM

JL. Urip Sumoharjo No.88 Gunung Sulah, Wayhalim Bandar Lampung
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com